Make your own free website on Tripod.com
>Selasa, 30 Januari 2001

Terjadi Ledakan di Kantor Newmont Mataram 
* Implikasi Negatifnya Bisa Meluas

Mataram, Kompas

Sebuah ledakan terjadi lagi di Kantor PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Jalan Pendidikan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (29/1) dini hari. Ledakan itu mengakibatkan kerusakan pada tembok pembatas halaman belakang kantor PT NNT. Bagi Perusahaan ini, ledakan itu bukan yang pertama. Bulan Oktober 2000, ledakan yang sama juga terjadi di PT NNT.

 Menurut Kepala Dinas Penerangan Kepolisian Daerah (Polda) NTB Ajun Komisaris Dra Tribudi Pangastuti di Mataram, Senin (29/1), ledakan itu terjadi sekitar pukul 04.35. 

"Jenis bahan peledak belum diketahui," katanya, seraya menambahkan, ledakan itu mengakibatkan kerusakan di beberapa pilar bangunan, dan tembok yang berbahan batako itu jebol, serta menyebabkan lubang berdiameter sekitar 1,5 meter.

 Enam saksi mata, umumnya petugas satpam perusahaan yang bertugas saat itu, telah dimintai keterangan oleh pihak Polda NTB. Untuk menetapkan jenis bahan peledak itu, pihak Polda NTB langsung mengirimkan serpihan untuk diteliti di Laboratorium Forensik di Denpasar.

 Mereka juga sedang meneliti gambar yang direkam kamera central circuit television (CCTV) yang dipasang pada kantor itu. Namun, pada gambar yang terekam, hanya tampak punggung seseorang. Wajahnya tidak terlihat.

 "Mungkin, dia sengaja menghindari kamera karena mungkin juga dia sudah tahu di mana letak kamera," ujar Iradati Fuad, Humas NNT, di Mataram. 

Menurut Iradati, terkesan bahwa pelaku sudah mengetahui secara pasti jadwal pergantian tugas satpam di perusahaan tersebut. 

Polda kini sudah membentuk tim guna melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa itu. Tidak dijelaskan kapan target tim itu untuk mengungkapkan kasus tersebut. 

Sementara itu, aktivitas karyawan di kantor PT NNT tidak terhenti. "Kegiatan tetap berjalan," kata Iradati.

 Iradati juga tidak memberikan keterangan rinci dengan alasan pihak PT NNT tidak ingin membesar-besarkan kejadian 
tersebut, yang bisa membuat kepanikan masyarakat di Mataram. "Peristiwa ini sudah kami laporkan kepada polisi, dan itu menurut kami sudah cukup," tambah Iradati. 

Bisa turun

Di Jakarta, Sekretaris Jende-ral Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Darmono mengatakan, pemerintah mengkhawatirkan dampak buruk yang bisa mempengaruhi iklim investasi terutama di sektor pertambangan. "Aparat penegak hukum harus dapat menuntaskan dan membuka motif di belakang maraknya peledakan bom, pemogokan buruh, dan pendudukan lokasi penambangan."

 "Ada dua aspek yang harus diperhatikan akibat ledakan di Kantor Newmont itu, yakni soal keamanan dan soal citra Indonesia yang terganggu di mata investor asing," tambah Djoko.

 Dihubungi secara terpisah, Manajer Humas PT Newmont Pacific Nusantara (NPN), per-usahaan induk Newmont di Indonesia, Yonaniko Salim, mengatakan, "Sejauh ini, hasil penyelidikan Polri menunjukkan ledakan di Kantor Perwakilan NNT berasal dari bom ikan. Itu hanya menghancurkan pagar belakang Kantor NNT. Besar kerugian belum dihitung."

 Sementara pengamat ekonomi politik, Bara Hasibuan, menduga, ada tujuan tertentu dari rangkaian peledakan itu untuk merusak kepercayaan investor asing. "Jelas ada motif tertentu. Sebab itu, pemerintah (Polri) harus mengungkap berbagai kasus peledakan di Tanah Air," tegas Hasibuan. 

Pengamat ekonomi Faisal H Basri juga menilai, peledakan bom di Kantor NNT bukan saja membuat investor enggan masuk ke Tanah Air. "Malah bisa membuat investor asing yang sudah ada di Tanah Air hengkang ke luar negeri. Buat saya, hengkang juga meliputi realokasi order, penutupan pabrik, sampai ke pelarian modal. Bagi saya, itu adalah satu kata yang sama," tegas Faisal.

Kedua 

Newmont Mining Corporation (NEM) adalah perusahaan AS di bidang pertambangan emas yang terbesar di Amerika Utara dan kedua di dunia. New-mont memiliki daerah-daerah operasi tambang di Amerika Serikat, Peru, Meksiko, Uzbekistan, dan Indonesia. 

Produksi tambang emas NEM sepanjang 1999 tercatat 4,18 juta ons. Cadangan emas pada semua lokasi pertambangan Newmont tercatat sekitar 56,6 juta ons. 

PT NPN yang didirikan di Indonesia pada tanggal 16 Februari 1999 dimiliki oleh Newmont Southeast Asia Limited (AS) dan Newmont International Services Limited (AS).

 Tujuan bisnis dari perusahaan pendukung di bidang jasa ini adalah menyediakan jasa konsultasi pertambangan umum (berkaitan dengan manajemen dan sistem informasi geologi), konsultasi manajemen dan administrasi umum, dukungan logistik untuk kegiatan tambang, dan pemeliharaan peralatan tambang. 

Perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Newmont Pacific Nusantara di Indonesia antara lain PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR), terletak di Sulawesi. Jumlah produksi emas PT NMR diperkirakan telah mencapai puncak pada tahun 2000, sekitar 350.000 ons.

 Sementara itu, PT NNT terletak di Batu Hijau, di Pulau Sumbawa, merupakan salah satu lokasi deposit tembaga dan emas terbesar di dunia yang masih belum dikembangkan. Batu Hijau juga menyimpan sebesar 7,25 juta ton tembaga dan 16,5 juta ons emas. 

Produksi komersial PT NNT telah dimulai pada tanggal 1 Maret 2000 dan usaha tambang di lokasi itu akan memproduksi sekitar 245.000 ton tembaga dan 564.000 ons emas setiap tahun. (rul/isw/bw)



Selasa Umanis, 30 Januari 2001
Lagi, Bom Meledak di Kantor PT NNT

Mataram (Bali Post) -
Ledakan bom kembali terjadi di Kantor PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Mataram, Senin (29/1) kemarin sekitar pukul 04.35 wita. Namun ledakan keras yang terdengar hingga radius dua kilometer itu tak sampai menelan korban jiwa. Hanya tembok yang membatasi pos security NNT di sekitar halaman parkir dengan Jalan Gunung Dieng, Mataram jebol dengan lubang cukup besar.

Ledakan bom di kantor perwakilan perusahaan tambang emas yang berpusat di Sumbawa ini, merupakan peristiwa kedua kalinya setelah kejadian serupa pertengahan November 2000 lalu. Ledakan bom kali ini, terjadi tepat di tempat yang sama ketika bom pertama kali meledak beberapa waktu lalu. Polisi pun sampai saat ini belum berhasil mengungkap motif peledakan serta menangkap para pelaku peledakan itu.

Terkait dengan ledakan bom tersebut, Superintendent Hubungan Media PT NNT T.Iradati Fuad ketika diminta konfirmasinya, Senin (29/1) kemarin menjelaskan, ledakan bom terjadi pagi sekitar pukul 04.35 wita. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut telah mengenai tembok pos security Kantor Perwakilan PT NNT, Mataram hingga mengakibatkan tujuh pilar tembok hancur.

Menurut Iradati, ledakan bom tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari para karyawan di perusahaan tersebut. "Aktivitas karyawan di Kantor Perwakilan (PT NNT), tetap berjalan seperti biasa," katanya. Untuk mengungkap kasus peledakan ini, pihak Newmont menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat keamanan dalam hal ini Polda NTB.

Guna membantu mengungkap kasus ini, pihak PT NNT telah menyerahkan rekaman kamera monitor yang dipasang oleh perusahaan di sekitar tempat kejadian. "Rekaman kamera yang dipasang di sekitar tempat kejadian, sudah diserahkan ke Polda NTB," jelas Iradati, sembari menambahkan dampak ledakan bom tersebut tidak mempengaruhi aktivitas karyawan PT NNT baik yang bertugas di Mataram maupun di Benete, Sumbawa.

Turunkan Tim

Sementara itu Kadispen Polda NTB Ajun Komisaris Polisi Dra. Tri Budi Pangastuti kepada wartawan menjelaskan, untuk menyelidiki kasus ledakan bom ini, Polda NTB telah membentuk tim khusus. "Tim tersebut sampai Senin (29/1) siang telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi," jelasnya, sembari menambahkan bahwa tim yang diturunkan itu merupakan gabungan dari unsur Brimob, intel dan reserse.

Menyinggung jenis bom yang meledak tersebut, Tri Budi mengatakan, pihak keamanan belum bisa memastikan. Namun diduga, jenisnya sama dengan jenis bom yang meledak di tempat yang sama tahun lalu. "Diduga bom ikan, dengan komposisi sedemikian rupa hingga menimbulkan suara ledakan cukup tinggi, namun daya rusaknya rendah," kata Tri Budi.

Terkait dengan hasil rekaman kamera monitor yang diserahkan PT NNT ke Polda NTB, Tri Budi menjelaskan bahwa hasil rekaman kamera monitor tersebut sedang diperiksa. Diakui Tri Budi, gambar yang dihasilkan kamera rekaman itu masih kabur. "Untuk memperjelasnya, kini sedang dilakukan proses untuk memperbesar gambar yang berhasil direkan kamera tersebut," katanya.

Menyikapi adanya ledakan bom ini, Kadispen mengimbau masyarakat jangan resah. Ledakan bom ini hanya sebuah teror yang bertujuan untuk menakut-nakuti masyarakat serta membuat daerah ini tidak kondusif. Kata Tri Budi, polisi sedang berupaya mengungkap motif peledakan bom ini. Untuk memperlancar upaya pengungkapan ini, peran masyarakat pun sangat diharapkan. "Jika menemukan atau melihat orang-orang yang mencurigakan, lapor segera ke pihak keamanan terdekat," pesannya.

Apakah kasus peledakan bom kali ini ada hubungannya dengan kasus peledakan di tempat yang sama setahun yang lalu, Kadispen belum bisa memastikannya. "Apakah ada hubungan atau tidak, masih sedang dalam penyelidikan," katanya.

Sementara itu, anggota DPR/MPR-RI asal NTB, Drs. H.M. Hatta Taliwang BSW mengutuk pelaku peledakan bom tersebut. Menurutnya, peledakan bom di kantor NNT bisa berdampak sangat buruk bagi NTB, terutama sektor pariwisata. Bahkan tambahnya, tidak menutup kemungkinan NTB menjadi bangkrut karena ditinggalkan para investor. Karenanya dia berharap pihak kepolisian harus berupaya optimal untuk menangkap pelaku dan menyibak motif peledakan bom tersebut. "Kalau teror bom terus terjadi di NTB dan pelakunya tidak bisa ditangkap, masa depan NTB bisa susah karena tidak ada investor yang berani menanam modalnya di daerah ini," katanya. (049/037)